Seafloor spreading – plate tectonic

Berdasarkan data-data topografi, sedimen dan paleomagnetisme bawah laut (lihat posting yang lalu), diajukanlah teori baru yaitu seafloor spreading. Teori ini menjelaskan bagaimana kerak laut terbentuk melalui oceanic ridge dan “tenggelam” di palung dalam (deep sea trench).  Lihat gambar di bawah…

Magma yang merupakan material panas dan lebih ringan dari material mantle didesak (sebenarnya karena aliran konveksi dan gaya apung) menuju permukaan melalui oceanic ridge. Dua sisi dari oceanic ridge akan terpisah, dan magma dari bawah (mantle) akan mengisi celah tersebut. Ketika magma membeku, maka terbentuk dasar laut yang baru. Kejadian ini terus berlangsung dalam waktu lama sehingga intrusi magma terus menambah dasar laut baru, sementara dasar laut sebelumnya bergerak menjauhi ocean ridge.

“]Intrusi magma sepanjang oceanic ridge mengisi celah yang ada. Ketika magma tersebut membeku, terbentuk dasar laut yang baru. [sumber: ref]
Intrusi magma yang terus berlangsung menyebabkan penambahan dasar laut yang baru dan membuat kedua sisi menyebar menjauh seperti sabuk berjalan

Intrusi magma yang terus berlangsung menyebabkan penambahan dasar laut yang baru dan membuat kedua sisi menyebar menjauh seperti sabuk berjalan

Ujung kerak laut yang lain tenggelam di bawah kerak benua, lalu meleleh kembali menjadi magma

Ujung kerak laut yang lain tenggelam di bawah kerak benua, lalu meleleh kembali menjadi magma

Teori inilah yang dapat menjelaskan kelemahan teori Wagener. Kerak benua tidaklah bergerak di atas kerak lautan sebagaimana diduga Wagener, tetapi kerak benua hanya menumpang di atas kerak lautan yang bergerak..

Teori plate tectonic

Pelat tektonik adalah lempengan besar kerak terluar bumi yang masing-masing sisinya saling bersinggungan dengan pelat lain. Di muka bumi terdapat 12 pelat tektonik besar dan beberapa pelat tektonik yang lebih kecil. Kesemua pelat tersebut bergerak dengan sangat lambat, hanya beberapa centimeter per tahunnya.

Berbagai plate tectonic di dunia

Berbagai plate tectonic di dunia

Masing-masing pelat bergerak dengan arah yang berbeda, sehingga pada daerah perbatasan antar pelat (plate boundary) terjadi gesekan-gesekan yang berbeda pula yaitu (lihat gambar):

Beberapa jenis batas pelat tekntonik. (sumber: umt.edu)

Beberapa jenis batas pelat tekntonik. (sumber: umt.edu)

Divergent boundary

Masing-masing pelat tektonik yang berdekatan bergerak saling menjauhi. Sebagian besar terdapat di dasar laut, yang akhirnya membentuk  mid oceanic ridge.

Convergent boundary

Masing-masing pelat tektonik yang berdekatan saling mendorong ke arah berlawanan. Ketika berbenturan, maka pelat tektonik yang kerapatannya lebih besar akan mendesak ke bawah pelat yang kerapatannya lebih kecil. Proses ini disebut subduksi. Berhubung terdapat dua jenis pelat tektonik yaitu  kerak benua dan kerak lautan, maka ada tiga kemungkinan dalam convergent boundary ini:

Kerak laut bertemu dengan kerak laut → proses subduksi ini menghasilkan palung yang sangat dalam (contoh: palung Mariana). Ketika salah satu kerak masuk ke bawah kerak lainnya, maka kerak tersebut akan meleleh kembali menjadi magma dan kerena kerapatannya lebih rendah akan bergerak ke permukaan. Sebagai hasilnya akan terbentuk gugusan busur kepulauan vulkanik.

Kerak laut bertemu dengan kerak benua → proses yang serupa terjadi sebagaimana pada poin di atas, hanya saja tidak membantuk busur kepulauan vulkanik, namun membentuk gugusan gunung berapai di sepanjang perbatasan kerak benua. Contoh: pegunungan Andes.

Kerak benua bertemu dengan kerak benua → sebagaimana yang telah dikatahui, kerak benua pada dasarnya sekedar menunpang di atas kerak lautan yang bergerak. Ketika terjadi tumbukan antara kerak lautan dengan kerak benua dalam waktu yang sangat lama, kerak benua yang terdapat di atas kerak lautan juga akan terbawa bertumbukan dengan kerak benua lain. Berhubunga kerak benua memiliki kerapatan lebih rendah, maka ia tidak dapat tersubduksi. Akibatnya kedua kerak benua yang tumbukan tersebut akan saling tindih dan bertumpuk membentuk pegunungan. Contoh: pegunungan Himalaya

Transform boundary

Masing-masing pelat bergerak secara horisontal. Contoh terkenal adalah San Andreas Fault.

SAF-britannica

Sumber: Earth Science: Geology, the Environment, and the Universe (2008)

Posted on July 13, 2009, in geology and tagged . Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. nice article..:)

  2. mengenai San Andreas, itu sangat unik dan layak untuk dijadikan keajaiban dunia lho

  3. yg jelas merupakan laboratorium alam yg sangat bermanfaat dlm mempelajari dinamika bumi yg kita tempati ini :)

  1. Pingback: Indonesia, heaven of volcanoes « non reagent nisi soluti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: